Rumah Alir - Santiri Foundation
Australian Community Development and Civil Society Strengthening Scheme (ACCESS)

Adalah sebuah Proyek yang didanai oleh Australian Agency for International Development (AusAID) dan menggantikan Indonesia Australia Small Activities Scheme (IASAS), yang telah menjadi sebuah bagian terpadu dari bantuan bilateral resmi dari Australia kepada Indonesia sejak 1989.

ACCESS memiliki prinsip-prinsip kerja sebagai berikut:

  • Keterlibatan yang progresif – staf proyek bekerja berdampingan dengan LSM/CSO (Civil Society Organisations) sebagai mitra didalam keseluruhan proses pengusahaan dana hibah dan siklus proyek. Fokus dari kegiatan juga akan dikembangkan secara progresif dari waktu-kewaktu sambil bekerja pada langkah yang ditentukan oleh LSM/CSO;
  • Fleksibilitas dan Ketanggapan – program dan tim ACCESS cukup fleksibel untuk menyesuaikan terhadap kebutuhan dari LSM/CSO dan masyarakat yang muncul selama pelaksanaan;
  • Penyertaan Gender dan melibatkan kaum miskin - program mesti melibatkan kaum miskin dan terfokus pada penyertaan gender dan secara aktif mendorong dan membantu seluruh masyarakat untuk berpartisipasi didalam pembuatan keputusan dan dengan demikian mendapat keuntungan dari bantuan ACCESS;
  • Pemberdayaan – dimana ACCESS terfokus pada peningkatan kapasitas dari LSM/CSO untuk memungkinkan mereka secara efektif memfasilitasi masyarakat didalam penilaian dan perencanaan yang dilakukan oleh masyarakat sehingga masyarakat sendiri juga diberdayakan. ACCESS juga menguatkan peran dari LSM/CSO sebagai fasilitator dari program masyarakat, dengan demikian membantu dan mendorong masyarakat (pada khususnya kaum miskin dan perempuan) untuk menganalisa permasalahan mereka sendiri, menentukan prioritas kebutuhan mereka sendiri, mengelola kegiatan mereka, dan mendapatkan akses terhadap sumber daya;
  • Keberlanjutan – tujuan utama dari program dengan memfasilitasi masyarakat untuk menjadi agen kegiatan pembangunan mereka sendiri dan dengan mengembangkan kapasitas pemerintah lokal dan organisasi berbasis masyarakat. Sebuah kerangka kerja keberlanjutan telah dibuat untuk memandu prinsip ini;
  • Pembelajaran Terus-menerus – Proyek, khususnya melalui program pengembangan kapasitas, mendorong konsolidasi tentang pembelajaran. Pengalaman di Indonesia hingga saat ini bahwa banyak staf LSM/CSO yang menerima pelatihan tetapi selanjutnya jarang dilembagakan atau dilakukan kedalam tindakan. Tekanan pada pembelajaran yang dikonsolidasikan adalah didukung pendorongan review kawan sebaya, monitoring Project Officer, dan sebuah proses review tahunan didalam ACCESS itu sendiri. Hal-hal yang telah dipelajari dari ACCESS itu sendiri juga dikonsolidasikan dan hal-hal yang telah dipelajari didokumentasikan dan disebar-luaskan.

Prinsip-prinsip yang luas tersebut mencerminkan sebuah fokus yang kuat pada pengembangan kapasitas, pemberdayaan masyarakat dan penggabungan kegiatan-kegiatan masyarakat sipil kedalam seluruh komponen-komponen dari Scheme.

Sumber :http://www.access-indo.or.id/