Rumah Alir - Santiri Foundation

LOMBOK BARAT


Sumber : www.ntb.go.id

GEOGRAFI

Letak Geografis

Kabupaten Lombok Barat terletak diantara 115°4´sampai dengan 116° Bujur Timur dan 8°12´ sampai dengan 8°55´ Lintang Selatan dengan batas-batas sebagai berikut :

• Sebelah Timur : Berbatasan dengan Kabupaten Lombok Tengah dan Lombok Timur
• Sebelah Barat : Berbatasan dengan Selat Lombok dan Kotamadya Mataram
• Sebelah Utara : Berbatasan dengan Laut Jawa
• Sebelah Selatan : Berbatasan dengan Samudra Indonesia

Geologi

Berdasarkan Peta Geologi Nusa Tenggara Barat, Skala 1 : 300.000, Kabupaten Lombok Barat terdiri atas : Barisan Sedimen Kwarter, yang tersebar di sekitar pantai : Teluk Sekotong, Teluk Tembowong, Teluk Lembar, Gerung, Labuapi, Kediri, Narmada, Gunungsari bagian Barat dan Bagian Selatan, Pantai Kecamatan Bayan, Gondang, Tanjung, Sire dan Pantai Kecamatan Tanjung.

Batuan Vulkanik, berupa abu vulkan, breksi dan batuan andesit. Batuan ini dapat digolongkan sebagai berikut : Vulkan Nangi, Vulkan Punikan, Rinjanigebergte, dan Pyroksinandesit.

Batuan ini tersebar di beberapa tempat, antara lain di sekitar wilayah Kecamatan Bayan, Kecamatan Narmada bagian Utara, Kecamatan Gunungsari bagian utara, Kecamatan Tanjung bagian Timur, Kecamatan Tanjung bagian Barat, Kecamatan Sekotong, Kecamatan Tanjung bagian Barat dan Kecamatan Gunungsari bagian Utara. Endapan liat dan batu kapur, tersebar di wilayah kecamatan Sekotong dan Gerung.

Iklim dan Tata Air

Tata Air

Iklim merupakan faktor yang sangat penting di dalam proses pembentukan tanah, dimana suhu dan curah hujan sangat berpengaruh terhadap reaksi kimia dan fisika dalam tanah. Setiap suhu naik 10 derajat Celcius, maka kecepatan reaksi menjadi dua kali lipat, sehingga berpengaruh terhadap aktivitas micro organisme dalam tanah. Curah hujan selain penting dalam mempengaruhi pembentukan tanah, juga sangat penting terhadap pertumbuhan tanaman. Rata-rata curah hujan perbulan sebesar 141,5 mm.

Keadaan pola curah hujan di Kabupaten Lombok Barat, terlihat bahwa dibagian Barat dan Utara ( daerah pantai ) mempunyai sebaran curah hujan yang lebih kecil dibandingkan dengan bagian lainnya. Semakin ketimur curah hujan semakin tinggi, selaras dengan ketinggian tempat dari permukaan laut. Untuk curah hujan tertinggi berada di daerah puncak Gunung Rinjani dengan curah hujan 2000 – 2500 cm/tahun.

Hujan di Kabupaten Lombok Barat mulai terjadi pada bulan Januari sampai dengan April, kemudian berangsur-angsur menghilang mulai dari Mei sampai dengan September, namun pada Oktober hujan nampak terjadi lagi sampai dengan akhir Desember. Apabila dilihat letak stasiun Pengamatan yang ada, maka kecamatan yang mempunyai kelas intensitas sedang adalah kecamatan Gerung, Tanjung, Bayan, Narmada, sedangkan yang kelas intesitasnya rendah adalah kecamatan Sekotong. Dengan melihat keadaan tersebut diatas, maka pada kecamatan yang kelas intensitasnya hujannya sangat rendah tidak dapat digunakan untuk pengembangan pertanian padi sawah ( irigasi ).

Tata Air

Berdasarkan data dari Dinas P.U. Cabang Lombok Barat terdapat 44 mata air yang tersebar pada 5 Daerah Pengamatan Mata Air, yaitu :
• Daerah Pengamatan Kediri 16 Mata Air
• Daerah Pengamatan Gunungsari 3 Mata Air
• Daerah Pengamatan Tanjung dan Gangga 5 Mata Air
• Daerah Pengamatan Bayan 9 Mata Air
• Daerah Pengamatan Narmada 11 Mata Air

Berdasarkan 5 Daerah Pengamatan tersebut diatas, Rincian Pembagian Sistem Pengairannya secara Teknis Maju , Teknis , Semi Teknis, dan Sederhana dapat dilihat pada tabel berikut :

 

No. Daerah Pengamatan Teknis Maju Teknis Semi Teknis Sederhana
1.
Bayan
- - 3.413 -
2.
Tanjung
- 4.657 159 14
3.
Gunungsari
- - 3.012 -
4.
Narmada
- 1.678 2.853 -
5.
Kediri
- 5.655 1.499 333
Total
- 11.990 10.936 347
Di Kabupaten Lombok Barat banyak ditemukan lokasi sumber mata air yang bisa dimanfaatkan untuk sumber air bersih diantaranya sebagai berikut ini :
No. Lokasi Sumber Jumlah Debit (Lt/dt) Volume M³/dt
1. Suranadi I 150 4.730.400
2. Suranadi II 112 3.532.032
3. Suranadi III 150 4.730.400
4. Suranadi IV 150 4.730.400
5. Aik Nyet 300 9.460.800
6. Sesaot I 600 18.921.600
7. Sesaot II 350 11.037.600
8. Sesaot III 350 11.037.600
9. Ranget I 250 7.884.000
10. Ranget II 1.200 37.843.200
11. Narmada I 144 4.541.184
12. Narmada II 169 5.392.584
13. Saraswaka I 85 2.680.560
14. Saraswaka II – IV 200 6.307.200
15. Sarasuta 500 15.769.000
16. Montang
150 4.730.400
Total 4.860 153.327.960