|
|
| Debat Politik Anak Sekolah Sederajat |
|
|
TRY OUT untuk Anak SMA/ALIYAH/SEDERAJAT
”DEPOT ASA”
(DEBAT POLITIK ANAK SEKOLAH DAN SEDERAJAT)
MENYONGSONG INDONESIA CEMERLANG
DAN NTB BERSAING
Latar Belakang
Reformasi
yang terjadi tahun 1998, tidak saja telah menumbangkan rezim yang
otoriter-militeristik, sentralistik dan stereotype, namun telah pula
menumbuhkan semangat pembaharuan, seperti desentralisasi, demokratisasi
dan main stream good governance yang mengedepankan prinsip transparansi
dan akuntabilitas. Walaupun belum seperti yang diharapkan, harus diakui
bahwa kemajuan yang telah dicapai dalam berbagai hal tersebut sedikit
banyak telah memberikan rasa optimisme sebagian aktivis secara khusus
dan bagi masyarakat secara umum.
Dalam hal
pengembangan demokrasi, misalnya Pemilihan Umum langsung yang dilakukan
pada tahun 2004, telah diakui oleh berbagai negara sebagai pesta
demokrasi yang sukses di Negara sebesar Indonesia dengan keragaman suku
dan golongan. Berbagai Pemilihan Kepala Daerah yang dilakukan di
berbagai propinsi dan kabupaten/kota di Indonesia, hanya beberapa saja
yang mengalami permasalahan yang berarti. Sebagian besar bisa dikatakan
sukses. Hal yang sama jika kita melihat pelaksanaan dan perkembangan
good governance, walaupun belum sesukses penyelenggaraan Pemilu dan
Pilkada, telah menunjukkan kemajuan dan sedang menuju pada koridor yang
benar.
Read More
|
| Sosialisasi dan Desiminasi |
|
Kerjasama LIPI-PU-DISHUT-PEMDA LOTIM dan SANTIRI FOUNDATION KEGIATAN PEMBANGUNAN KEBUN RAYA LEMOR- LOTIM
Pembangunan yang seimbang dan terpadu antara aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan hidup adalah prinsip pembangunan yang senantiasa menjadi dasar pertimbangan utama bagi seluruh sektor dan daerah guna menjamin keberlanjutan proses pembangunan itu sendiri. Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2004-2009, perbaikan pengelolaan sumber daya alam dan pelestarian fungsi lingkungan hidup diarahkan untuk memperbaiki sistem pengelolaan sumber daya alam agar sumber daya alam mampu memberikan manfaat kepada masyarakat, dan dalam jangka panjang mampu tetap menjamin kelestariannya. Dengan demikian, sumber daya alam diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan tetap mendukung perekonomian nasional tanpa mengorbankan daya dukung dan fungsi lingkungan hidupnya, selanjutnya agar tetap dapat dinikmati oleh generasi mendatang. Dalam kaitan ini, pembangunan berkelanjutan terus diupayakan menjadi arus utama dari pembangunan nasional di semua bidang dan daerah. Pembangunan kehutanan selama lebih dari tiga puluh tahun telah difungsikan sebagai penunjang pembangunan ekonomi dengan memanfaatkan hasil hutan kayu secara berlebih, sementara masalah sosial dan lingkungan yang berkaitan dengan hutan kurang mendapat perhatian yang memadai. Akibat dari itu, hutan Indonesia telah terdegradasi dengan kecepatan yang sangat mengkhawatirkan. Walaupun pada tataran pemikiran telah disadari akan peran hutan sebagai fungsi penunjang ekosistem kehidupan yang lebih luas dan upaya untuk mewujudkan pengelolaan hutan yang berkelanjutan (sustainable forest management) telah seringkali dibahas, namun dalam praktek sehari-hari di lapangan degradasi hutan masih terus berlanjut. Dalam jangka pendek hal tersebut diperkirakan masih sulit untuk diatasi, karena upaya perbaikan yang dilakukan akan berkejaran dengan degradasi yang terjadi. Oleh karena itu yang harus dilakukan adalah perlu adanya kerja-kerja kolaboratif antar multipihak untuk bersama-sama memikirkan secara konsisten dan perlu ada peningkatan perbaikan pengelolaan hutan secara terus menerus serta mencari upaya-upaya alternative untuk tetap menjaga kelestarian misalkan : hutan sebagai pusat pendidikan atau pemberdayaan, ecotourism, dan kebun raya. Namun perlu diperhatikan bahwa upaya-upaya tersebut tidak akan dapat terwujud kalau hanya salah satu pihak saja yang berperan, tetapi semua pihak harus dapat terlibat secara aktif terutama pemerintah pusat dan daerah baik propinsi maupun kabupaten.
|
| Lokakarya Pembaru Kampung 2008 k erjasama SANTIRI - ACCESS |
|
"Inaq Rari Ngeleka'ang Kemelek" oleh : Martina S
Di tengah ketertingalan NTB dengan kawasan lainnya di Indonesia, telah
muncul sekian para pembaharu kampung berikut kisah kesuksesannya dalam
upaya mendorong kerja kolaborasi di issu kesetaraan gender dan
kemiskinan. Acara ini berlangsung selama 4 hari, yakni dari tanggal 1
sampai 4 April 2008
Misalnya dengan program LED dengan kerja kolaborasi, masyarakat
dipercaya untuk mengelola dana ADD, program PLTMH, dan mampu menjawab
kebutuhan perempuan akan pendidikan dan kesehatan, juga mampu
memenuhi kebutuhan modal masyarakat (perempuan dan orang miskin). Kerja
– kerja kolaborasi ini kemudian dilakukan pada upaya pemberdayaan
masyarakat basis, konsolidasi jaringan masyarakat sipil dan kelompok
kerja masyarakat sipil, serta musyawarah perencanaan dan pengembangan
desa hingga kabupaten.
Read More
|
| Rangkaian Kongres kaukus Peduli Perempuan NTB I |
|
 Aksi Damai Kaukus Peduli Perempuan NTB, Santi dengan aksi Happening Artnya dan Peserta setelah melakukan pertemuan dengan Anggota KPU NTB Kongres I Kaukus Perempuan oleh 300an Aktivis perempuan seNTB Kalau jamaah atau komunitas berkumpul sampai 300an itu sudah
biasa, tapi jika 300an aktivis perempuan se NTB berkumpul melakukan
gebrakan politik melalui kongres pertamanya itu baru luar biasa. Hampir
semua unsur masyarakat ada di sini, legislatif, eksekutif, guru, ibu
rumah tangga, pengusaha kecil, dinas dan instansi terkait, seniman,
budayawan,
Pokja Kaukus perempuan (dengan tempat kesekretariatan Santiri) yang
didaulat mengawal lahirnya Kaukus Peduli Perempuan NTB ini akhirnya
berhasil pula mengantarkan kongres pada pemilihan Team Dewan Eksekutif
dan Sekjen Eksekutifnya. Antara lain terpilih sebagai Team Dewan
Eksekutif adalah Kasmiati (Pimpinan KSU ANNISA dan aktif di DPD
Hanura), Dian Aryani (baru saja selesai menjalankan roda kepemimpinan
di yayasan Tunas Alam Indonesia – SANTAI), Nanik Muntohiyah (akrab
dengan dunia NGO dan dikontrak sebagai PO ACCESS NTB), Siti Husnin (DPD
PAN NTB), dan Ratna Refida (banyak memimpin dan ikut menelurkan lembaga
– lembaga social baru, saat ini aktif di yayasan Santiri Foundation).
Adapun pimpinan Sekjen Eksekutif Kaukus ini adalah Elly Mahmudah.
Namanya sudah tidak asing bagi dunia aktivis perempuan, apalagi dunia
politik praktis. Saat ini ia aktif di Fathayat NU dan menjadi bagian
dari DPD PKB NTB.
Kalau ditanya para pencetak sejarah kelahiran kaukus ini, mau dibawa ke
mana sih sesungguhnya kaukus peduli perempuan ini nanti?, jawabannya
tidak lain dan tidak bukan adalah hanya untuk meletakkan perempuan pada
kemerdekaannya yang sejati dan bermartabat, artinya dalam politik
praktis atau di ranah apapun namanya perempuan sudah bukan sebagai
penggembira saja namun juga aktif terlibat sebagai pelaku sejarah dan
pembangunan dalam mengkawal kemerdekaan sejati negeri ini.
Sekali lagi, kongres ini ditutup dengan aksi damai menuju KPU propinsi
NTB sembari membagikan bibit tanaman ke pengguna jalan dan tak lupa
mengucapkan Selamat Hari Perempuan Internasional, ujar Santi seorang
peserta aksi di ujung happening artnya.
Read More
|
| Pokja kaukus Perempuan NTB |
|
Kongres Kaukus Peduli Perempuan NTB I
Salam sejahtera
Berangkat
dari Permasalahan Kesehatan, pendidikan, dan ekonomi korban telaknya
lebih banyak didominasi oleh perempuan. NTB memiliki 52 % penduduk
perempuan, yang tentu akan menentukan nasib daerah ini. Dan nasib
mereka juga ada di tangan para pemimpin kita. Sudah saatnya perempuan
mempertegas garis perjuangannya, memutuskan apa medianya, kemudian
siapa saja yang ikut di belakangnya. Saat ini, sekitar 200 perempuan
NTB sedang menjadi DPO Pokja Kaukus Perempuan NTB untuk terlibat di
arus pergelutan perempuan NTB melawan patriarkhi, anti kemapanan dan
merebut kuotanya baik di level legislatif, eksekutif, yudikatif maupun
kelas non pemerintah lainya.
Sehubungan
dengan hal tersebut kami Pokja Kaukus Perempuan NTB bermaksud
mengadakan Kongres sebagai media formal menyuarakan dukungan terhadap
kuota 30 %. Maka kami mengharap kehadiran Bpk/Ibu/Sdr guna mengikuti
Kongres Pokja Kaukus Perempuan NTB sebagai peserta aktif yang
diadakan pada :
Hari/Tgl : Sabtu – Senin, 8 - 10 Maret 2008
Waktu : Sesuai Jadwal
Tempat : Wisma BPG Jalan Panji Tilar Negara, Mataram - Samping MUSIUM NTB.
Demikian undangan Kami atas kehadiran disampaikan Terima kasih.
Salam Hangat
Panitia Pelaksana Kongres
Kaukus Peduli Perempuan NTB
B. Ely Mahmudah SAg
Ketua Panitia
|
| Aktivis Perjuangan Yani LOH Terhadap Pencemaran Lingkungan |
|
Yani Sagaroa & Divestasi Newmont
on Wednesday, 20 February 2008
Siaran Pers JATAM
Dikabarkan, transaksi pengalihan 10 persen saham Newmont mencapai Rp.
3,52 trilyun. Untuk angka itu, pengurus negeri ini rela menjadi
bulan-bulanan Newmont, perusahaan asal Amerika Serikat.
Yani Sagaroa lahir di Sumbawa. Kini, ayah lima anak ini mendekam di
penjara. Ia divonis empat bulan oleh Pengadilan Negeri Sumbawa.
Kesalahannya cuma satu, ia memperkarakan daya rusak tambang Newmont
Nusa Tenggara (NNT) di Pulau Sumbawa. Ia mau mengingatkan pemerintah
dan warga lingkar tambang agar berhati-hati terhadap limbah tailing
Newmont.
Minggu-minggu terakhir ini, pemerintah juga sedang memperkarakan
Newmont, tepatnya proses divestasi atau pengalihan saham PT NNT . Tapi
berbeda dengan Yani, mereka sama sekali tak menyinggung daya rusak
tambang Newmont. Mereka pyur bicara keuntungan.
Dikabarkan, transaksi pengalihan 10 persen saham ini mencapai Rp. 3,52
trilyun. Untuk angka itu, pengurus negeri ini rela menjadi
bulan-bulanan Newmont, perusahaan asal Amerika Serikat.
Pemda Nusa Tenggara Barat tak segan-segan merengek minta saham, Pemda
Sumbawa Barat mengangguk-angguk rela menjadi pengutang. Sementara
pemerintah pusat mengancam-ngancam dengan gaya pahlawan kesiangan.
Anggota Dewan juga tak mau kalah, ikutan berpolemik panjang. Mereka
mempertontonkan potret pengurus negeri yang tak berdaya menghadapi
pemodal asing.
Read More
|
| Peraturan Pemerintah No 2 Th 2008 |
|
Presiden Jual Hutan Lindung Seharga Pisang Goreng Siaran Pers JATAM, WALHI, Huma, Sawit Watch - 16 Februari 2008Sejak 4 Februari lalu, hutan lindung dan hutan produksi tak berharga lagi. Lewat Peraturan Pemerintah (PP) No 2 tahun 2008, para pemodal diberi kemewahan membabat hutan lindung dan hutan produksi menjadi kawasan pertambangan dan usaha lain, hanya dengan membayar Rp 300,- setiap meternya. PP ini menghapus fungsi lindung kawasan hutan menjadi fungsi ekonomi sesaat.Ditengah keprihatinan bencana banjir dan longsor musim ini, Presiden
mengeluarkan PP No 2 tahun 2008 tentang Jenis & tarif atas jenis
penerimaan negara bukan pajak yang berasal dari penggunaan kawasanhutan
utuk kepentingan pembangunan di luar kegiatan kehutanan yang berlaku
pada Departemen Kehutanan.
Read More
|
| Sumber Daya Alam |
|
Hutan Lindung Disewakan Rp 120-Rp 300 Per Meter  KOMPAS, Rabu, 20 Februari 2008
Jakarta, Kompas - Hanya dua bulan seusai menjadi tuan rumah Konferensi PBB untuk Perubahan Iklim dan di tengah rentetan bencana ekologis, pemerintah mengeluarkan peraturan pemerintah yang mengizinkan pembukaan hutan untuk pertambangan, pembangunan infrastruktur telekomunikasi, energi, dan jalan tol dengan tarif sewa sangat murah. Alih fungsi hutan produksi dan hutan lindung itu hanya dikenai tarif Rp 1,2 juta per hektar per tahun hingga Rp 3 juta per hektar per tahun, atau Rp 120 per meter hingga Rp 300 per meter. Butir-butir peraturan pemerintah itu ditandatangani Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 4 Februari dengan nama Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 2 Tahun 2008 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berasal dari Penggunaan Kawasan Hutan untuk Kepentingan Pembangunan di Luar Kegiatan Kehutanan yang Berlaku pada Departemen Kehutanan. ”Kebijakan menyewakan hutan begitu murah itu sangat sembrono,” kata ahli kehutanan Institut Pertanian Bogor (IPB) yang juga Ketua Presidium Dewan Kehutanan Nasional (DKN) Hariadi Kartodihardjo ketika dihubungi di Balikpapan, Selasa (19/2).

Read More
|
| Sekilas Perjalanan Good Governance 2007 |
|
Sayembara Good Governance Propinsi NTB tahun 2007
Seri 1* Penyelenggaraan otonomi daerah telah memasuki tahun ketujuh sejak awal
pelaksanaanya di tahun 1999. Setiap daerah terus dipacu untuk
memperbaiki pelaksanaan kepemerintahan di daerahnya masing – masing.
Dalam upaya memperbaiki pelaksanaan tata pemerintahannya, daerah
membutuhkan dukungan dan stimulus dari berbagai pihak. Semangat
kompetisi dapat menjadi stimulus yang cukup baik untuk memacu daerah
memperbaiki layanannya atau menyelenggarakan kepemerintahan daerah yang
lebih baik. Untuk itu pemerintah propinsi NTB dengan dukungan GTZ – GLG
bermaksud menyelenggarakan Sayembara Good Governance Propinsi NTB tahun
2007. Adapun tema yang diusung dalam sayembara ini adalah "Inovasi
Partisipasi dan/ Transparansi dalam Peningkatan Kinerja Pelayanan
Publik dalam Kerangka Mempercepat Peningkatan Indeks Pembangunan
Manusia". Tujuan penyelnggaraan sayembara ini adalah:
mendorong upaya percepatan peningkatan IPM prpinsi NTB melalui upaya –
upaya nyata yang terukur dalam kerangka program peningkatan IPM
kabupaten/kota.
* Martina S
Read More
|
| Seminar dan lokakarya LBH-APIK |
|
|
“Upaya menghapus Diskriminasi terhadap Perempuan di Indonesia melalui Implementasi Konvensi CEDAW”
Dalam seminar yang diadakan oleh LBH APIK NTB pada tanggal 6 Februari 2008, mengangkat tema “Upaya menghapus Diskriminasi terhadap Perempuan di Indonesia melalui Implementasi Konvensi CEDAW” yang dilanjutkan dengan Lokakarya dengan tema “Strategi Membangun Jaringan Organisasi non pemerintah pemantauan Implementasi konvensi CEDAW Indonesia”. Seminar ini dikuti oleh berbagai kalangan seperti guru, NGO, Pemerintah, OMS, Partai Politik, Akademisi, media massa serta berbagai kalangan lainnya, dengan 4 Pembicara yaitu dari Biro KESSOS SETDA NTB (Fatimah Ritawati S, SH, M.Si), Partai Golkar (Isvi Rupaidah, SH, MH), LBH-APIK NTB(Beauty Erawati, SH, MH), LBH-APIK Jakarta (Estu Rakhmi Fanani) dan moderator Arief Mahmudi. CEDAW (Convetion on the elimination of all forms discrimination) dimana Indonesia ikut didalamnya. Konsekuensi dari ratifikasi konvensi ini adalah pemerintah suatu Negara harus melaksanakan upaya-upaya penghapusan berbagai bentuk diskriminasi terhadap perempuan atas dasar prinsip-prinsip persamaan substantive, non diskriminasi, antara perempuan dan laki-laki dan prinsip-prinsip kewajiban Negara (stage obligation). Pemerintah wajib menyampaikan laporan periodic tentang perkembangan pelaksanaan konvensi CEDAW, setiap 4 tahun sekali kepada komite CEDAW PBB. Sedangkan Lokakarya khusus diikuti oleh NGO di NTB yang concern pada masalah penghapusan diskriminasi terhadap perempuan. Dan diharapkan dapat terbentuk suatu jaringan organisasi non pemerintah untuk monitoring pelaksanaan konvensi CEDAW di Indonesia.
|
|